Para siswa SMA Taiwan yang tergabung dalam Pan-STARRS Project mencoba menemukan benda langit yang belum diketahui sebelumnya dengan menggunakan “Teleskop Survei Panorama Dan Sistem Respon Cepat” (Panoramic Survey Telescope And Rapid Response System, Pan-STARRS). Proyek pengamatan Pan-STARRS dilaksanakan dibawah bimbingan Departemen Astronomi National Central University (NCU).
Pada tahun 2014, siswa dari SMA National Chung Hsing University berhasil menemukan sebuah asteroid yang terletak sekitar 200 km dari planet Neptunus, atau 56 kali jarak antara matahari dan planet bumi.
Asteroid tersebut merupakan benda langit pertama yang berada di luar orbit Pluto dalam sistem tata surya yang berhasil ditemukan oleh siswa SMA. Berbeda dengan asteroid yang terdapat di antara planet Mars dan Jupiter, International Austronomical Union (IAU) harus melakukan diskusi yang cukup panjang sebelum memutuskan aturan penamaan untuk asteroid ini. Hingga akhirnya, pada tahun 2018, IAU memberikan sebuah kode penamaan, dan setelah para siswa SMA National Chung Hsing University melakukan pemungutan suara, asteroid tersebut dinamakan 2014 GE45 = 472235 Zhulong “Torch Dragon”. Namun, para siswa SMA yang menemukan asteroid Torch Dragon saat itu, sekarang sudah hampir lulus dari perguruan tinggi.
Torch Dragon adalah siluman berwarna merah dengan wajah manusia dan tubuh menyerupai ular naga yang muncul dalam buku “Classic of Mountains and Seas”, sebuah buku kuno yang berisi tentang kompilasi hal-hal mitos dan geografis Tionghoa. Menurut legenda, naga tersebut mengatur siang dan malam dengan membuka dan menutup mata, dan mengatur musim panas dan musim dingin melalui hembusan napas yang menghasilkan semburan api.
Salah seorang wali kelas SMA National Chung Hsing University, Lin Shih-chao, mengatakan, “Ketika asteroid Torch Dragon ditemukan, kami melihat pergerakannya sangat lambat, dan karena bergerak lurus menuju bumi, asteroid ini sempat dikira sebagai asteroid kecil yang terletak berdekatan dengan bumi. Namun setelah kami amati, kami menemukan bahwa asteroid ini terletak jauh di luar orbit planet Neptunus.”
Profesor Astronomi NCU, Chen Wen-ping, mengatakan penemuan asteroid Torch Dragon adalah suatu keberuntungan, dan ketika keberuntungan tersebut datang, hanya orang yang sudah siap baru dapat menggapainya. “Selama bulan Oktober-November 2019, ada 30 sekolah dan ratusan siswa yang bergabung dalam proyek pengamatan asteroid, kami berharap mereka dapat menemukan lebih banyak benda langit yang baru,” Chen Wen-ping menjelaskan.